Breaking News

Triple Threat (2019) – Kejar, Lari, dan Bertarung!

Triple Threat merupakan film aksi laga. Kita akan menemui banyak sesi pertarungan di sini. Apalagi aktor-aktor yang berperan adalah aktor-aktor laga yang sudah tidak asing, seperti Tony Jaa (Thailand), Tiger Hu Chen (China), dan Iko Uwais (Indonesia). Selain itu terdapat juga aktor-aktor kelas medium Hollywood, seperti Scott Adkins dan Michael Jai White.

Film tahun 2019 ini disutradarai oleh Jesse V. Johnson. Film ini dirilis lalu ditinjau ke berbagai tinjauan, dengan kritik memuji koreografi pertarungan serta penampilan para pemerannya, namun ada juga kritik pada kurangnya plot dan pengembangan karakter.

Review Film Triple Threat
Cover Triple Threat, sumber: IMDB

Sutradara: Jesse V. Johnson

Penulis Skenario: Joey O’Bryan, Fangjin Song, Paul Staheli

Pemain: Tony Jaa, Tiger Hu Chen, Iko Uwais, Scott Adkins, Celina Jade, Michael Jai White, Michael Bisping, Jeeja Yanin,

Genre: Action, thriller

Durasi: 96 menit

Rating IMDB: 6.0

SINOPSIS

Film ini diawali dengan pengintaian dan penggerebakan kelompok kriminal di hutan Maha Jaya. Penggerebekan dipimpin oleh Devereaux (Michael Jai White), seorang tentara bayaran. Tim Devereaux dibantu oleh tentara bayaran lokal, Payu (Tony Jaa) dan Long Fei (Tiger Hu Chen). Tujuan misi utama mereka adalah ingin melepaskan Collins (Scott Adkins), seorang tentara bayaran berbahaya yang disandera oleh kelompok kriminal hutan Maha Jaya.

Devereaux dan kawan-kawan berhasil melumpuhkan kelompok bersenjata tersebut. Mereka juga berhasil membunuh pimpinan kelompok tersebut. Sementara itu, tembakan-tembakan beruntun telah membunuh istri Jaka (Uko Uwais). Melihat kematian istrinya, Jaka tampak murka. Dia melihat Payu di sana. Perkelahian antara dua aktor laga ini pun tidak terhindarkan. Payu meladeni kemarahan Jaka dengan jurus-jurusnya. Tiba-tiba, sebuah pelontar yang ditembakkan oleh Long Fei mengejutkan mereka. Jaka terpental hingga tidak sadarkan diri. Begitu juga dengan Payu, tapi Payu masih bisa berdiri dan ditolong oleh Long Fei.

Devereaux akhirnya berhasil menemukan Collins. Dia membuka pintu tahanan Collins. Begitu bebas, Collins langsung menyerang salah seorang kelompok tersebut. Membunuhnya hingga mati. Lokasi itu kemudian akan diledakkan oleh Devereaux. Tapi Payu dan Long Fei mengatakan bahwa ada beberapa tahanan lain di sini. Mereka harus membebaskannya. Devereaux tersenyum seringai dan memberi kode kepada anak buahnya yang dengan sigap memukul pingsan Payu dan Long Fei.

Tak lama kemudian, mereka tersadar dan berada di antara para tahanan. Bom waktu sudah diaktifkan. Dengan cepat mereka berusaha melarikan diri bersama para tahanan. Bom meledak! Tapi mereka semua berhasil selamat. Payu dan Long Fei tampak kesal. Mereka telah ditipu oleh Devereaux dan kawan-kawannya.

Film kemudian beralih ke dalam ring.

Jaka melihat Payu sedang bertarung dengan petarung berbadan kokoh. Payu dengan kegesitannya berhasil mengalahkan petinju itu. Jaka ingin bertarung dengannya. Ia menyerahkan beberapa lembar uang. Tapi, lawan Jaka bukanlah Payu di atas ring, melainkan Long Fei. Pertarungan berdarah itu berlangsung sengit. Masing-masing mendaratkan pukulan terbaiknya. Pertarungan ini dimenangkan oleh Long Fei. Jaka pingsan tidak sadarkan diri. Payu mengenal Jaka. Akhirnya mereka membawa Jaka ke rumah mereka.

Setelah sadar, Jaka mencurahkan hatinya kepada mereka berdua. Long Fei memberikan klarifikasi. Sebenarnya mereka adalah korban kelicikan kelompok Collins dan kawan-kawan. Jaka pun menyusun rencana untuk menumpaskan kelompok Collins.

Rencana pertama adalah membuat Payu dan Long Fei dipenjara. Ketika berada di dalam penjara, Long Fei menonton televisi yang sedang menyiarkan wawancara dengan Xian, pewaris dari orang terkaya di dunia. Xian ternyata ingin diculik oleh kelompok Collins. Mereka menyerang Xian. Xian mencari perlindungan di kantor polisi. Namun mereka menyerang kantor polisi yang menyebabkan kerusakan dan kematian.

Di sanalah Long Fei dan Payu bertemu Xian. Selanjutnya terjadi kejar-kejaran antara Xian, kelompok Collins, dan Jaka. Pertarungan tangan kosong juga kerap terjadi.

Rencana Jaka berjalan dengan sempurna. Di akhir film, pertarungan sengit mematikan tidak kalah serunya. Kalian bisa melihat pertarungan satu lawan satu; Long Fei dengan Joey, Jaka dengan Devereaux, dan Payu dengan Collins.

Anda bisa menceritakan kelanjutannya dengan menonton Triple Threat! []

About Redaksi

Check Also

Dark Phoenix (2019) – Setiap Pahlawan Memiliki Sisi Gelap

Tahun 1975, Jean kecil dan keluarganya berada dalam sebuah mobil. Jean yang berumur 8 tahun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *