Breaking News

Total Dhamaal (2019) – Petualangan Terliar yang Pernah Ada!

Total Dhamaal (2019) adalah film India bergenre komedi yang diperankan oleh beberapa bintang terkenal, seperti Ajay Devgan, Anil Kapoor, dan Madhuri Dixit. Film ini disutradarai oleh Indra Kumar dan dirilis mulai tanggal 21 Februari 2019. Total Dhamaal berkisah tentang petualangan beberapa kelompok untuk mendapatkan uang senilai 50 crore (1 crore sama dengan 10 juta rupee). Petualangan ini tidaklah mudah dan banyak juga terjadi kekonyolan-kekonyolan yang tak perlu sehingga rating film ini sedikit rendah.

Review film Total Dhamaal (2019)
Cover film Total Dhamaal (2019). Foto IMDB.
Detil Film
Sutradara Indra Kumar
Penulis Paritosh Painter, Ved Prakash, dan Bunty Rathore
Genre action, adventure, comedy
Durasi 130 menit
Rilis 21 Februari 2019
Negara India
Bahasa Hindi
Studio Fox Star Studios
Rating IMDB 4.5

Pemain
Nama Peran
Ajay Devgn Guddu
Madhuri Dixit Bindu
Anil Kapoor Avinash Patel
Riteish Deshmukh Lallan
Arshad Warsi Adi
Javed Jaffrey Manav
Esha Gupta Prachi
Boman Irani Komisioner AP Mullick
Sanjay Mishra Jonny
Vijay Patkar Asisten AP Mullick
Pitobash Jhingur
Mahesh Manjrekar Chinnaswamy
Ali
Crystal Monkey
Pradeep Kabra Tony
Sudesh Lehri Altaf
Johnny Lever Jhingur
Ashwin Mushran
Manoj Pahwa Pintoo
Niharica Raizada
Besant Ravi Antek Chinnaswamy
Jackie Shroff Pengisi suara di mobil
Sonakshi Sinha Dancer
Martha Taylor Dancer
Teetu Verma Doktor
Rajpal Yadav Munna
Jalan Cerita

Guddu dan kawannya berencana untuk merampok uang transaksi kejahatan yang dilakukan oleh Komisioner AP Mullick di sebuah hotel bintang lima. Mereka berhasil mengelabui komisioner polisi itu dan mengambil dua koper berisi uang sejumlah 50 crore. Koper tersebut dilemparkan dari atas ke bawah, karena di sana telah menanti Pintoo, orang yang akan membawa lari uang tersebut. Dengan aksi komedinya, Guddu lolos dari komisioner polisi. Saat mereka menunggu Pintoo, dia malah mengkhianati Guddu dengan membawa lari uang 50 crore tersebut.

Di sisi lain, di sebuah pengadilan, Bindu dan Avinash sedang berdebat di depan hakim untuk mengabulkan permohonan cerai mereka. Hakim dibuat pusing dengan perdebatan mereka yang langsung menyetujui perceraian tersebut. Di tempat lain, petugas pemadam bernama Lallan dan rekannya justru menerima suap dari korban kebakaran agar menyelamatkan diri mereka masing-masing. Hal itu diketahui oleh komandan mereka dan langsung dipecat di tempat. Di sebuah museum barang antik, Adi dan Manav juga berbuat tingkah konyol yang menyebabkan mereka juga dipecat oleh pemilik galeri.

Nasib sial tersebut mempertemukan mereka dengan Pintoo yang sekarat.

Di sinilah petualangan mendapatkan uang 50 crore itu dimulai. Guddu dan rekannya telah melacak keberadaan Pintoo di sebuah hotel. Melihat kedatangan Guddu, tentu saja Pintoo melarikan diri. Dia menaiki sebuah helikopter yang konyolnya lagi malah dipiloti oleh seorang cleaning service yang namanya memang Piloot. Bisa diduga helikopter itu terombang-ambing di langit sambil bermanuver di jalan yang dilalui oleh Bindu dan Avinash, Lallan dan rekannya, serta Adi dan Manav. Helikopter Pintoo menabrak bukit yang menyebabkan Pintoo mati. Namun sebelum mati, Pintoo telah memberitahu keberadaan uang 50 crore kepada mereka yang tanpa sadar didengar oleh Guddu.

Mereka semua telah berkumpul. Ada 8 orang dengan 4 kelompok. Mereka sepakat untuk siapa saja yang pertama menemukan uang tersebut, uang itu akan menjadi milik mereka. Semuanya pun bergegas menuju ke kebun bintang Janakpur, sebuah tempat yang disebut oleh Pintoo.

Guddu dan rekannya mengalami nasib sial karena mobil mereka mogok. Kemudian mereka berusaha untuk menghentikan mobil-mobil yang akan memberi mereka tumpangan. Tapi tidak satu mobil pun yang bersedia berhenti. Nasib Guddu juga bertambah runyam ketika komisioner polisi mengejar mereka. Guddu dan rekannya harus lari dari kejaran para polisi.

Bindu dan Avinash memilih jalan pintas melewati hutan-hutan karena Bindu tidak mau naik pesawat. Padahal jarak ke Janakpur ratusan kilometer dari tempat mereka berada sekarang. Bindu dan suaminya itu tersesat di tengah-tengah hutan. Beruntungnya mereka bertemu dengan seseorang di sana. Dengan bahasa yang sama-sama tidak mereka pahami, orang itu menunjuk arah ke jalan raya. Mereka hampir mati ketika melewati sebuah jembatan yang telah rapuh. Entah bagaimana akhirnya mereka lolos dari maut itu, meskipun jembatan itu akhirnya runtuh.

Bagaimana dengan Lallan dan rekannya? Mereka naik helikopter untuk menuju ke sana. Tapi sayangnya, helikopter yang mereka sewa dengan harga murah itu adalah helikopter rusak, alih-alih bisa dikatakan sebagai barang rongsokan. Dengan kekuatan yang apa adanya, mereka berangkat ke Janakpur. Beruntung mereka memiliki pilot yang handal. Masalah lain kemudian muncul ketika helikopter itu mengeluarkan asap tebal. Jadi, Lallan dan rekannya terpaksa meloncat ke sebuah gedung untuk menyelamatkan diri mereka.

Adi dan Manav memilih jalan pintas yang lain. Mobil keluaran Jepang dengan fitur yang lengkap milik pemilik galeri itu malah menjadi boomerang bagi mereka. Akibat banyaknya fitur canggih yang tidak mereka pahami, mobil itu meledak sendiri gara-gara salah pencet tombol. Jadi terpaksalah Adi dan Manav terlantar di tengah-tengah gurun.

Petualangan-petualangan mereka untuk mencapai Janakpur berbuah kekonyoloan-kekonyolan yang tidak perlu terjadi. Meskipun mereka berhasil tiba di sana dengan berbagai cara, mereka harus menemukan jawaban dari teka-teki Pintoo, karena jawaban yang tepat akan membawa mereka ke uang 50 crore yang disimpan di kebun binatang itu.

Guddu berhasil menemukan uang 50 crore itu. Tapi rupanya banyak sekali penjahat yang menginginkan uang itu. Jadi selama ini, perburuan terhadap uang 50 crore sudah dicium oleh para penjahat. Komisoiner polisi sekarang malah berbalik untuk mendukung Guddu. Ya, Guddu dan pemilik kebun binatang itu berencana untuk menyelamatkan kebun binatang itu dari para penjahat yang telah membeli tempat itu dengan harga yang sangat murah.

Usaha untuk menyelamatkan uang 50 crore dari tangan penjahat berhasil dilakukan secara bersama-sama. Binatang-binatang liar atas perintah pawang telah menyerang para penjahat itu sehingga membuat mereka menyerah. Uang 50 crore telah kembali kepada mereka. Namun, mereka semua tidak lagi berminat dengan uang itu. Mereka semua telah mengikhlaskan uang itu untuk membangun kebun binatang yang lebih baik lagi. []

About Redaksi

Check Also

Dark Phoenix (2019) – Setiap Pahlawan Memiliki Sisi Gelap

Tahun 1975, Jean kecil dan keluarganya berada dalam sebuah mobil. Jean yang berumur 8 tahun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *