Breaking News

The Witness (2018) – Ketakutan Seorang Saksi Mata

The Witness (2018) merupakan film asal Korea Selatan yang disutradarai oleh Kyu-Jang Cho. Film yang dirilis pada tanggal 15 Agustus 2018 ini menceritakan tentang seseorang yang menyaksikan peristiwa pembunuhan dari rumahnya di lantai enam. Dia melihat langsung si pembunuh dan bagaimana cara si pembunuh itu mengayunkan palunya ke arah korban. Saksi mata itu ketakutan dan merasa nyawanya terancam sehingga dia memilih untuk bungkam. Ketika polisi menanyakan semua penghuni rumah susun, dia mengatakan tidak mengetahui apa pun.

Review film The Witness (2018)
Cover film The Witness (2018). Kredit foto IMDB.

Detil Film

Judul Asli Mok-gyeok-ja
Sutradara Kyu-Jang Cho
Penulis Jo Kyu-Jang dan Young-jong Lee
Genre Thriller
Durasi 111 menit
Rilis 15 Agustus 2018
Negara Korea Selatan
Bahasa Korea
Studio Next Entertainment World
Rating IMDB 6.2

Pemain

Nama Peran
Lee Sung-Min Sang-Hoon
Kim Sang-Ho Jae-Yeob
Jin Kyung Soo-Jin
Kwak Si-Yang Tae-Ho
Park Bom Eun-Ji
Kim Sung-Kyun Hyung-Gyoon
Bae Jung-Hwa Seo-Yeon
Shin Seung-Hwan Park Sang-Tae
Jung Yoo-Min Yoon Hee-Won
Yeon Je-Wook Cola
Park Ji-Hoo Ye-Seul
Hwang Young-Hee Ketua Perkumpulan Perempuan
Son Jong-Hak Ketua Choi
Lee Jae-Woo Detektif Jo
Lee Min-Woong Woo-Min
Lee Sang-Hee Janitor
Kim Hak-Sun Team Leader
Choi Jung-In Ibu So-Yoon
Yang Hee-Myoung Petugas SPBU
Jun Hyun-Sook Cat Woman
Kim Ja-Young Perempuan Gerobak
Woo Ji-Hyun Pengantar Koran
Park Sung-Geun Pembawa Acara

Jalan Cerita

Sang-Hoon baru saja pindah ke rumah susun bersama keluarganya. Suatu malam dia baru pulang kerja dan mabuk-mabukan bersama rekan kantornya. Di dalam lift dia bertemu dengan tetangganya yang berada di lantai 4. Tetangganya agak ketakutan karena dia baru saja mendengar jeritan seorang perempuan. Apakah Sang-Hoon mendengarnya? Perempuan itu bertanya tapi Sang-Hoon tidak mendengar apa pun. Entah karena kondisinya sedang mabuk atau memang dia tidak mendengar suara aneh.

Sang-Hoon sudah berada di dalam rumahnya dan dia masih dalam keadaan mabuk. Tiba-tiba dia pergi ke arah jendela dan betapa terkejutnya dia ketika melihat seorang perempuan yang sedang dibantai oleh lelaki bertopi. Tangannya gemetar sehingga menyebabkan handphone-nya terjatuh. Istri Sang-Hoon terbangun dan menghidupkan lampu yang membuat Sang-Hoon tambah terkejut. Dengan refleks dia mematikan lampu itu. Hal itu dilihat oleh sang pembunuh yang meyakini bahwa Sang-Hoon melihat perbuatannya. Istri Sang-Hoon kembali tidur dan Sang-Hoon mengendap sambil mengintip dari jendela. Pembunuh itu menunjuk ke arahnya.

Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Sang-Hoon melainkan rasa takut berlebihan. Dia tidak melihat lagi pembunuh itu dan berpikir bahwa pembunuh itu akan mengunjunginya. Sang-Hoon mengambil tongkat baseball dan bersembunyi di balik pintu. Dia khawatir pembunuh itu akan masuk ke rumahnya.

Perempuan yang tak berdaya itu ternyata masih hidup, Dengan susah payah dia mengambil handphone dan menghubungi nomor pengaduan polisi. Pembunuh itu kembali dan dengan kesalnya kembali menghantam perempuan itu dengan palu. Dia tidak menyangka kalau perempuan itu masih hidup.

Keesokan harinya, rumah susun itu gempar dengan penemuan mayat. Polisi melakukan investigasi dan menanyakan kepada penghuni rumah susun. Sang-Hoon sangat ketakutan dan seolah-olah dia tidak tahu telah terjadi hal yang mengerikan di sana. Dia memilih bungkam. Rasa takut menghantuinya dan kadang-kadang dia terkejut sendiri. Perubahan sikap ini dilihat oleh rekan kerja dan istrinya. Tapi dia mengatakan kepada mereka semua bahwa dirinya baik-baik saja.

Sang-Hoon merasa dirinya diteror oleh pembunuh itu. Berkali-kali ada telepon gelap yang menghubungi rumahnya. Polisi pun membuat dia kesal dengan menanyakan kasus-kasus itu kepadanya. Polisi mengklaim telah menangkap si pembunuh dan wajahnya disiarkan di televisi. Tetangga Sang-Hoon yang berada di lantai 4 menemui Sang-Hoon. Dia juga melihat si pembunuh dan mengkonfirmasi bahwa orang yang ditangkap polisi adalah bukan pembunuh sebenarnya. Sang-Hoon menghindar dan tidak ingin mengurus kasus itu. Apa yang ditakutkan akhirnya terjadi. Tetangga Sang-Hoon telah mati dibunuh oleh sang pembunuh itu. Sang-Hoon melihat langsung mayatnya dan si pembunuh berada di sana.

Kejadian itu membuat Sang-Hoon trauma dan mewanti-wanti istri dan anaknya untuk menjaga keamanan ekstra. Pembunuh mungkin saja akan mengincar keluarganya. Salah seorang polisi senior berkali-kali mengunjungi Sang-Hoon untuk membuktikan kebenaran kasus yang ditanganinya itu. Hasil pencarian fakta yang dilakukannya memang menjurus kepada Sang-Hoon.

Beberapa orang yang terkait dengan pembunuhan di rusun itu satu per satu telah mati. Baru-baru ini Cola menjadi korban si pembunuh. Akhirnya Sang-Hoon tidak bisa diam lagi. Dia menceritakan peristiwa sebenarnya kepada polisi yang segera mengepung rumah sang pembunuh. Tapi si pembunuh ini sangat cerdik. Dia berhasil mengelabui para polisi dan lolos dari kejaran mereka. Sang-Hoon menyadari keluarganya berada dalam ancaman. Benar dugaannya. Pembunuh itu berusaha menghabisi nyawa istrinya. Sang-Hoon yang berada di kantor polisi segera menuju ke rumahnya. Beruntung bagi istri Sang-Hoon karena berhasil meloloskan diri dari ancaman sang pembunuh.

Kali ini sang pembunuh lolos lagi. Tapi wajah sang pembunuh sudah dilihat oleh orang banyak. Sang-Hoon juga tidak tinggal diam. Kemarahan dalam dirinya membuat dia menjadi lebih berani. Dia mengejar pembunuh itu. Keduanya bertemu di sebuah bukit yang tak jauh dari rumah susun. Mereka saling baku hantam karena diselimuti oleh kemarahan yang luar biasa. Saat itu hujan deras dan menyebabkan terjadinya longsor. Namun Sang-Hoon berhasil melumpuhkan sang pembunuh sebelum mereka digulung longsor.

Akhirnya pembunuh ditangkap oleh polisi. Sang-Hoon dan keluarganya berkumpul kembali. Tapi di akhir cerita, mereka memilih untuk pindah dari rumah susun itu ke tempat yang lain. Barangkali untuk menghilangkan rasa trauma. []

About Redaksi

Check Also

The Wedding Guest (2018) – Jasa Penculikan Calon Pengantin

Jay adalah seorang penculik pengantin. Dia dikontrak oleh seseorang (Deepesh) untuk menculik Samira di Pakistan. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *