Breaking News

The Purity of Vengeance / Journal 64 (2018) – Balas Dendam yang Telah Direncanakan

The Purity of Vengeance adalah film Denmark terlaris yang merupakan sekuel keempat dari adaptasi novel yang berjudul Department Q karya jussi Adler-Olsen. Novel tersebut berkisah tentang sebuah unit polisi yang terdiri dari tiga orang untuk menginvestigasi kasus-kasus pembunuhan. Department Q berada di Kopenhagen.

Jika kamu pernah menonton sekuel-sekuel sebelumnya, pasti Anda tidak asing dengan aksi-aksi Carl Morck dan Assad. Mereka berdualah ujung tombak dalam film ini.

Review film The Purity of Vengeance (Journal 64)
Assad dan Carl dalam Journal 64, sumber: IMDB

Sutradara: Christoffer Boe

Skenario: Jussi Adler-Olsen (novel), Nikolaj Arcel, Bo Hr. Hansen, Mikkel Nørgard

Pemain: Nikolaj Lie Kaas, Fares Fares, Johanne Louise Schmidt, Søren Pilmark, Fanny Bormedal, Clara Rosager, Luise Skov, Amanda Radeljak, Anders Hove, Nicolas Bro, Elliot Crosset Hove

Genre: Crime, mystery, thriller

Durasi: 119 menit

Rating IMDB: 7.5

SINOPSIS

Carl Mørck tampak kesal mendengar rencana kepindahan Assad (teman sekaligus rekan kerja) dari Department Q, sebuah unit kepolisian di Kopenhagen yang menyelidiki kasus-kasus pembunuhan. Carl menumpahkan kekesalannya kepada siapa saja yang ditemuinya malam itu.

Sementara itu, terjadi penemuan mayat yang menggemparkan di Kopenhagen. Seorang developer pembangunan terkejut ketika hendak merenovasi salah satu kamar di apartemennya, ia menemukan mayat yang masih utuh dan hampir selurut kulitnya mengelupas. Mayat yang ditemukan berjumlah tiga mayat dengan posisi sedang duduk melingkari sebuah meja. Mayat itu diyakini telah mati selama 12 tahun yang lalu.

Berpuluh-puluh tahun yang lalu, seorang gadis remaja yang bernama Nete dipergoki oleh ayahnya sedang bercinta dengan Tage, seorang pemuda laut yang juga sepupunya. Ayahnya menarik rambut Nete dalam sebuah mobil yang berada di pinggir pantai. Dengan mengancam Tage, Nete diseret oleh ayahnya untuk pulang ke rumah. Kemudian, Nete dikirim oleh ayahnya ke sebuah pulau kecil tempat di mana para perempuan malang direhabilitasi. Pulau itu lebih cenderung menjadi tempat pembuangan bagi gadis-gadis yang susah diatur oleh orang tua mereka.

Kembali lagi ke masa kini. Carl dan Assad ikut menyelidiki penemuan mayat yang menghebohkan itu. Penyelidikan dimulai meskipun suasana hati Carl masih tampak kesal kepada Assad yang berencana pindah. Mereka berdua mulai mencari data-data yang berhubungan dengan mayat tersebut. Bukti-bukti juga mulai dikumpulkan setelah identitas mayat tersebut mulai diketahui.

Beberapa fakta membawa mereka ke Pulau Sprogø. Panti rehabilitasi tersebut telah ditutup oleh pemerintah. Gedung itu tetap masih utuh. Carl, Assad, dan Rose dan ditemani oleh Brandt melihat-lihat sekeliling gedung itu. Tapi mereka tidak menemukan petunjuk yang berarti.

Pada masa silam, Nete mendapat perlakuan buruk di pulau tersebut. Dokter Curt Wad menyiksa Nete bahkan sempat ingin memperkosanya di sebuah ruang isolasi. Nete ternyata sedang hamil. Ketika Wad mengetahuinya, Wad melakukan aborsi dan secara ilegal mengangkat rahim Nete yang menyebabkan Nete tidak bisa mempunyai anak lagi.

Setelah Pulau Sprogø ditutup, Nete menuntu Dokter Curt Wad. Atas bantuan pengacara Philip, Wad memenangi kasus tuntutan tersebut. Hal ini menyebabkan Nete kecewa dan menyusun rencana untuk melakukan balas dendam. Bertahun-tahun kemudian, rencana tersebut berhasil dilakukannya. Nete membunuh Philip dan dua orang lagi yang pernah membantu Wad.

Penyelidikan Carl dan Assad mulai menemui titik terangnya ketika menemukan sebuah jurnal di rumah Philip. Jurnal tersebut mengarahkan mereka kepada Curt Wad. Kecurigaan Assad dan Carl kepada Wad terjawab ketika Assad mendesak Nour, seorang gadis imigran untuk memberitahukan mereka siapa yang telah melakukan aborsi ilegal kepada Nour. Awalnya Nour enggan menjawab, tapi desakan Assad meluluhkan hatinya. Nour memberikan nama Curt Wad.

Ketegangan muncul kemudian! Wad tidak mengakui telah melakukan kegiatan ilegal. Tapi, Carl yang telah bertemu langsung dengan Nete bertambah yakin bahwa Wad adalah pelaku kriminal. Nete ternyata masih hidup! Mayat yang ditemukan di apartemen bukanlah Nete, tapi pengasuh panti rehab.

Nour, setelah mengetahui perbuatan Wad datang ke kliniknya dengan marah-marah. Seorang perempuan tua yang bekerja bersama Wad menenangkan Nour dan pura-pura memeriksa kembali kondisinya. Padahal, mereka ingin menghabisi nyawa Nour. Assad menemukan Nour yang tidak sadarkan diri di ruangan Wad. Seorang petugas polisi yang bekerja bersama Wad menembak Assad. Dalam keadaan lemah, Wad menceritakan kepada Assad tentang pekerjaan ilegalnya. Curt Wad mempunyai tujuan jahat terhadap imigran Muslim. Dia ingin agar perempuan-perempuan Muslim tidak bisa melahirkan lagi. Imigran Muslim di Denmark harus dimusnahkan, begitu keinginannya.

Usaha Wad ingin menghilangkan Nour dan Assad pada akhir cerita mengalami kegagalan. Carl datang dengan sigap dan menangkap para penjahat. Curt Wad tidak berkutik.

Assad dibawa ke rumah sakit. Di mengalami koma. Carl setia menemaninya. Setelah Assad terjaga, Carl hanya ingin memohon kepada Assad agar dia tidak pindah dari Departemen Q. Hanya itu yang diinginkan oleh Carl Mørck.[]

About Redaksi

Check Also

Lying and Stealing (2019) – Setiap Orang Menginginkan Potongannya

Ivan dan Elyse bertemu dalam sebuah acara pesta puisi yang digelar oleh seorang yang sangat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *