Breaking News

Simmba (2018) – Polisi Korup yang Insaf

Simmba merupakan film action comedy Bollywood yang diperankan oleh Ranveer Singh dan disutradarau oleh Rohit Shetty. Adapun estimasi pembiayaan film ini berkisar INR 800,000,000. Film ini dirilis di Amerika Serikat pada tanggal 28 Desember 2018. Selain itu, beberapa negara juga merilis film ini pada tanggal yang sama, seperti Australia, Denmark, Spanyol, Prancis, Irlandia, India dan Portugal. Sedangkan di Indonesia, Simmba dirilis pada tanggal 4 Januari 2019.

Film ini mengisahkan tentang polisi India. Kita tahu, sejak dahulu, dalam film-film India, polisi dianggap sebagai pelayan masyarakat yang korup. Simmba juga terjebak dalam hal-hal seperti itu. Dia kerap menerima suap. Tapi akhirnya dia menyadari bahwa perbuatannya adalah sebuah kesalahan.

Review Film Simmba (2018)
Simmba, polisi yang bernama lengkap Sangram Bhalerao. Sumber: IMDB

Kredit Film

Sutradara: Rohit Shetty
Penulis: Puri Jagannadh & Vakkantham Vamsi (cerita asli), Yunus Sajawal & Sajid (screenplay), dan Farhad Samji (dialog)
Genre: Action, comedy, crime
Durasi: 159 menit
Rating IMDB: 6.4

Pemain

Nama Peran
Ranveer Singh Sangram Bhalerao alias Simmba
Sara Ali Khan Shagun Sathe
Sonu Sood Durva Ranade
Ashutosh Rana Nityanand Mohile
Siddarth Jadhav Ganesh Tawde
Vaidehi Parshurami Aakruti Dave
Ulka Gupta Nandini Mohile
Suchitra Bandekar Suchitra Mohile
Ashwini Kalsekar Hakim Smita Parulkar
Neha Mahajan Kavya
Nandu Madhav Ayah Aakruti
Shriswara Varsha Ranade
Ajay Devgn Bajirao Singham

Jalan Cerita

Simmba kecil adalah anak yatim piatu yang berlalu-lalang di pasar Goa. Dia harus membiayai hidupnya sendiri dengan berbagai cara, termasuk mencuri. Suatu hari dia ditangkap polisi dan orang yang membebaskannya menyuap polisi tersebut. Orang itu adalah majikan Simmba kecil yang diyakininya merupakan orang yang berkuasa. Ternyata keyakinan Simmba salah! Dia tidak ingin bekerja lagi pada orang tersebut. Selain itu, ketika dia ditangkap polisi, keinginannya untuk menjadi polisi semakin menggebu.

Simmba mencari uang dengan menjual karcis bioskop di jalan-jalan. Kelompok Durva melarang Simmba berjualan di sana karena ini adalah wilayah Durva. Simmba tidak gentar. Dia memecahkan sebuah botol dan mengancam kelompok Durva. Lalu Durva datang. Dia kagum dengan keberanian Simmba. Untuk alasan itulah dia mengizinkan Simmba kecil berbisnis di wilayah Durva.

Film beralih ke masa depan di mana Simmba dewasa telah menjadi polisi.

Simmba ditugaskan di sebuah kantor polisi di Goa. Setiba di kantor polisi, Simmba terpana dengan seorang gadis bernama Shagun Sathe yang mengelola restoran “Good Food” tepat di depan kantor polisi. Makan siang para polisi selalu diantar oleh Shagun dan karyawannya.

Kisah cinta komedi terjadi di sini. Simmba dengan tingkah konyolnya berusaha merayu Shagun. Dia memanfaatkan seorang penguntit untuk meneror Shagun pada malam hari. Shagun menghubungi Simmba dan dia segera datang. Simmba meminta Shagun untuk mengizinkan dia menginap karena penguntit sangat berbahaya. Ketika Simmba memasak, datanglah seorang tamu pria yang sangat dekat dengan Shagun. Mereka bercengkrama yang membuat panas Simmba. Dia sampai saat itu belum mengetahui bagaimana hubungan mereka berdua.

Simmba selalu membuat keonaran. Hari pertama dia bertugas, dia menutup kelab milik Durva yang membuatnya murka. Durva tidak mengetahui bahwa Simmba yang dihadapinya adalah Simmba kecil yang pernah ditolongnya. Durva menyuap Simmba dengan sejumlah uang yang diterima oleh Simmba. Tapi Mohile, seorang bawahan Simmba tidak senang dengan sikap Simmba yang tidak pernah ingin memberikan hormat kepada atasannya itu.

 Simmba adalah anak yatim yang menganggap ibu Durva sebagai ibunya sendiri. Tidak hanya itu, dia juga menganggap Aakruti, seorang guru jalanan, sebagai adiknya sendiri. Aakruti mengingatkan Simmba kepada gurunya di waktu kecil. Guru jalanan yang mengajarkan anak-anak yatim seperti dirinya adalah guru yang akan selalu dihormati oleh Simmba.

Namun, beberapa murid Aakruti dicurigai mengedarkan narkoba milik Durva. Hal ini membuat Aakruti murka. Dia memeriksa tas anak-anak, tapi dia tidak menemukannya. Pada suatu malam, Aakruti dan seorang muridnya yang bisu pergi ke kelab milik Durva. Di sana dia melihat langsung adik-adik Durva sedang membungkus narkoba untuk diedarkan. Aakruti mengambil ponsel dan merekamnya. Tiba-tiba, seorang penjaga melihat mereka. Aakruti ditangkap. Ponsel Aakruti diberikan kepada muridnya dan menyuruh muridnya untuk lari seraya berpesan agar memberi ponsel itu kepada Kavya, teman kuliah Aakruti yang bisa dipercaya.

Anak itu berlari. Durva memerintahkan agar anak itu ditangkap segera. Sedangkan Aakruti diperkosa dan dibunuh oleh adik-adik Durva. Mengetahui kematian Aakruti, Simmba murka. Dia berangkat ke rumah Durva dengan pasukan lengkap. Adik-adik Durva tidak berkutik. Simmba bahkan meminta izin kepada ibu Durva untuk membawa anak-anaknya.

Durva menyewa pengacara terkenal untuk menghadapi Simmba dan orangtua Aakruti. Di pengadilan, pengacara Durva membeberkan alibi dan saksi yang menguatkan, sehingga adik-adik Durva tampaknya akan terbebas dari tuduhan pemerkosaan dan pembunuhan. Tapi Simmba bersikeras ingin meminta pengadilan dilanjutkan. Ia ingin diberi kesempatan untuk mendapatkan fakta-fakta kejadian. Pengacara Durva menolak, tapi hakim mengabulkannya karena alasan-alasan logis yang diungkapkan oleh Simmba.

Pengadilan memberikan waktu dua hari bagi Simmba untuk mengungkapkan fakta baru. Pada suatu malam, Simmba mencurahkan hatinya kepada Shagun dan lain-lain di restoran milik Shagun. Sebelumnya, dia mendapat kecaman dari atasannya bahkan dia telah dinonaktifkan. Shagun, Nandini, ibu Nandini, Kavya, dan lain-lain berkumpul di sana. Ayah Aakruti datang tiba-tiba, ia merampas pistol seorang polisi dan berusaha menembakkan dirinya. Tapi berhasil dihalau. Melihat kejadian itu, Simmba bertambah murka. Ingin rasanya ia membunuh kedua binatang itu. Dan ini telah disetujui oleh Shagun dan perempuan-perempuan lain yang berkumpul di sana. Harkat dan martabat seorang perempuan harus dijaga, oleh karenanya membunuh para pemerkosa adalah hukuman yang setimpal.

Simmba menyusun skenario bersama Tawde. Mereka bersandiwara di depan CCTV. Sandiwara yang demikian rapi untuk menjebak kedua pemerkosa itu seolah-olah merampas senjata polisi, lalu tangan yang memegang senjata seolah-olah akan menembak polisi. Rencana berjalan lancar. Simmba menembak mati keduanya dengan alasan untuk membela diri.

Kematian adik-adiknya membuat murka Durva. Dia ingin menuntut keadilan, tapi pihak pengadilan tidak berkutik karena bukti-bukti lebih mendukung Simmba. Pengadilan hanya merekomendasikan pengadilan militer bagi Simmba. Durva tidak terima. Simmba diculik dan disiksa.

Tiba-tiba, entah bagaimana Singham (Ajay Devgan) menerobos dan menyelamatkan Simmba. Rupanya, Singham adalah orang yang diutus dari pusat untuk menyelidiki kasus Simmba. Singham dan Simmba adalah kekuatan bagi kepolisian India. Mereka sanggup melumpuhkan musuh-musuhnya. Jadi, jangan coba-coba berbuat kejahatan apabila Singham dan Simmba ada di sana.[]

About Redaksi

Check Also

Dark Phoenix (2019) – Setiap Pahlawan Memiliki Sisi Gelap

Tahun 1975, Jean kecil dan keluarganya berada dalam sebuah mobil. Jean yang berumur 8 tahun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *