Breaking News

Paltan (2018) – Mempertahankan Tanah Air dari Musuh

Paltan (2018) merupakan film sejarah produksi India yang disutradarai oleh J. P. Dutta. Film yang dirilis pada tanggal 7 September 2018 ini berkisah tentang perjuangan pasukan India di perbatasan daerah Sikkim untuk mempertahankan wilayah Nathu La dan Cho La dari pasukan China. Perseteruan ini memuncak ketika pasukan China membantai pasukan India secara diam-diam di wilayah tersebut. Perang antara India dan China telah tercatat dalam sejarah karena perebutan daerah perbatasan.

Review film Paltan (2018)
Cover film Paltan (2018). Kredit foto dari IMDB.

Detil Film

Sutradara J. P. Dutta
Penulis Nagender Choudhary
Genre Action, Drama, History, War
Durasi 150 menit
Rilis 7 September 2018
Negara India
Bahasa Hindi
Studio Zee Studios
Rating IMDB 5.3

Pemain

Nama Peran
Jackie Shroff Mayor Jendral Sagat Singh
Arjun Rampal Letnan Kolonel Rai Singh Yadav
Sonu Sood Mayor Bishen Singh
Gurmeet Choudhary Kapten Prithvi Singh Dagar
Abdul Quadir Amin Petugas Tentara
Siddhant Kapoor Parashar
Harshvardhan Rane Mayor Harbhajan Singh
Luv Sinha Attar Singh
Abhilash Chaudhary Lakshmichand Yadav
Esha Gupta Savita Singh
Bijou Thaangjam Tentara China
Sonal Chauhan Istri Mayor Bishen Singh
Monica Gill Harjot Kaur
Dipika Kakar Istri Kapten Prithvi Singh Dagar
Rohit Roy Mayor Cheema

Jalan Cerita

Pada tahun 1962, pasukan India yang berada di perbatasan Sikkim diserang oleh pasukan China yang menyebabkan banyak pasukan India tewas. Hal itu membuat Pemerintah India untuk menguatkan garis pertahanan di perbatasan itu.

Lima tahun kemudian, Mayor Jendral Sagat Singh mengirimkan Letnan Kolonel Rai Singh Yadav untuk memimpin pasukan di perbatasan Sikkim untuk mempertahankan daerah Nathu La dan Cho La dari kepicikan tentara China. Letkol Rai dibantu oleh Mayor Bishen, Kapten Prithvi, maupun Mayor Harbhajan.

Tentara China yang sangat otoriter kerap mengganggu para pasukan India. Berkali-kali kedua komandan harus menenangkan pasukan mereka. Namun, tindakan tentara China sangat keterlaluan. Ada saja sikap mereka yang sangat mengganggu ketentraman di sana. Padahal komisaris tinggi kedua negara sudah sepakat untuk menjaga kedamaian di wilayah itu.

Pasukan India masih mengenang rekan-rekan mereka yang mati dibantai pada tahun 1962 silam. Jadi, dengan penuh dendam pasukan India untuk kali ini tidak mau mengalah dengan sikap China. Lihat saja ketika pasukan China membuat bungker di wilayah sengketa. Pasukan India berusaha keras untuk menghalau mereka. Dengan penuh kesabaran walaupun emosi meluap-luap, pasukan India berusaha sesabar mungkin untuk tidak menembak tentara China yang sudah di luar batas itu.

Di lain kali, pasukan India menangkap basah beberapa tentara China yang menggali parit di wilayah sengketa. Kali ini, pasukan India tidak tinggal diam. Kedua komandan pun tampak kewalahan menenangkan pasukan mereka.

Pasukan India sudah tidak tahan lagi melihat sikap tentara China. Mereka pun membangun pagar kawat di wilayah mereka sendiri. Tentara China berang dan berusaha menghalau usaha pasukan India itu. Perkelahian tidak dapat dihindari, China mengklaim bahwa apa yang dilakukan oleh India adalah salah. Namun India bersikeras bahwa mereka membangun pagar kawat ini di wilayah mereka sendiri.

Puncak ketegangan kedua pasukan akhirnya pecah. Kedua pasukan berbeda negara ini saling baku tembak di wilayah perbatasan itu. Banyak pasukan yang mati di kedua belah pihak. Kontak tembak ini dimulai oleh China yang dibalas dengan cepat oleh India. Sayangnya bagi India, mereka kehilangan prajurit terbaik mereka, seperti Mayor Bishen, Kapten Prithvi, Mayor Harbhajan, dan Lakshmichand. Abu jenazah mereka dibawa pulang ke keluarga mereka setelah China sepakat untuk mengadakan gencatan senjata di wilayah itu. []

About Redaksi

Check Also

Dark Phoenix (2019) – Setiap Pahlawan Memiliki Sisi Gelap

Tahun 1975, Jean kecil dan keluarganya berada dalam sebuah mobil. Jean yang berumur 8 tahun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *