Breaking News

Mortal Engines (2018) – Beberapa Bekas Luka Tidak Akan Sembuh

Mortal Engines merupakan film petualangan seru tahun 2018 yang disutradarai oleh Christian Rivers dan diskenarioi oleh Fran Walsh, Philippa Boyens dan Peter Jackson, berdasarkan novel dengan nama yang sama oleh Philip Reeve. Film ini dimainkan oleh Hera Hilmar, Robert Sheehan, Hugo Weaving. Film ini berlatar dunia pasca-apokaliptik di mana seluruh kota telah dipasang pada roda dan bermotor, dan saling memangsa. Peter Jackson membeli hak atas buku Mortal Engines pada 2009, tetapi film itu merana selama beberapa tahun sebelum secara resmi diumumkan pada 2016. Pembuatan film berlangsung dari bulan April hingga Juli 2017 di Selandia Baru.

Sutradara: Christian Rivers

Skenario: Fran Walsh, Philippa Boyens, Peter Jackson, dan Philip Reeve (penulis buku)

Pemain: Hera Hilmar, Robert Sheehan, Hugo Weaving, Jihae, Ronan Raftery, Leila George, Patrick Malahide, Stephen Lang, Colin Salmon, Kee Chan

Genre: Action, adventure, science fiction, fantasy

Durasi: 111 menit

Rating IMDB: 6.2

Cover Film Mortal Engines, dari IMDB

SINOPSIS

Perang 60 Menit telah menghancurkan umat manusia di bumi ini. Sisa-sisa kehidupan manusia membentuk “Kota Beroda”. Di sini, teori siapa kuat dia akan menang dan bertahan tampaknya benar adanya. Kota-kota beroda yang memiliki kekuatan akan memangsa kota-kota beroda lemah. Kota yang kalah akan dihancurkan. Setiap besi dan mesin akan disita, dan penduduknya akan ditawan.

Di sini, ada beberapa kota besar di antaranya Inggris Raya dan Eropa Kontinental. Di pihak oposisi, terdapat kota Liga Anti Traksi di Asia yang dipimpin oleh Shan Guo. Kota ini dilindungi oleh dinding perisai. Dalam abad apokalipto, benda-benda yang ditemukan di abad 21 seperti mesin panggang roti atau komputer dianggap sebagai teknologi kuno.

Dalam sebuah perburuan, Kota London berhasil menangkap sebuah kota pertambangan kecil bernama Salzhaken, menyerap populasi dan sumber dayanya, di bawah perintah Lord Mayor Magnus Crome. Seorang wanita bertopeng di antara keluarga Salzhakens adalah Hester Shaw, yang berupaya membunuh Thaddeus Valentine, Kepala Persekutuan Sejarawan. Tom Natsworthy, seorang sejarawan Apprentice remaja, dikirim ke London “Gut” untuk mengumpulkan Old-Tech yang akan diabadikan untuk Museum London, ditemani oleh putri Valentine yang baik hati Katherine.

Ketika penduduk Salzhaken ditawan di dalam Kota London karena mengalami kekalahan, Hester yang melihat Valentine berusaha untuk membunuhnya. Valentine adalah dendam abadi Hester karena telah membunuh ibunya. Usaha Hester ternyata digagalkan oleh Tom. Hester melarikan diri. Tom mengejar hingga ke saluran pembuangan limbah.

Tom terus mengejar Hester yang berhasil lolos melalui saluran limbah. Tom terjebak di luar kota. Di sana, hanya ada Hester dan Tom. Apa yang kalian pikirkan? Ya, di sini drama petualangan romantis mulai berjalan di antara mereka.

Selanjutnya, Tom dan Hester bertemu sepasang suami isteri yang menjarah barang-barang rongsokan. Niat baik mereka ternyata bertujuan buruk. Hester dan Tom dijual sebagai budak di pasar gelap, Rustwater. Sebelum Hester dijual, seorang agen Liga Anti Traksi, Anna Fang menyelamatkan mereka. Mereka akhirnya mengikuti Anna Fang ke Kota Airhaven. Tapi di sisi lain, Valentine membebaskan Shrike, monster yang peling ditakuti, untuk memburu Hester. Shrike dan Hester memiliki kenangan indah di masa lalu. Shrike-lah yang telah membesarkan Hester setelah ibunya dibunuh.

Setelah dewasa, Hester menolak untuk menjadi seperti Shrike. Ia telah ingkar janji kepada Shrike. Itulah sebabnya Shrike dendam mati kepada Hester. Shrike akan terus mengejar Hester, meskipun mereka ada di Kota Airhaven. Situasi bertambah buruk ketika Shrike membuat kekacauan di sana yang menyebabkan Airhaven hancur.

Di London, Valentine merancang senjata mematikan “Medusa” untuk menghancurkan musuh bebuyutan London. Medusa akan digunakan untuk menghancurkan dinding perisai Liga Anti Traksi. Bagaimana kelanjutan kisahnya? Ayo dong, nonton aja Mortal Engines. 

Kritikan

  • Salah satu contoh paling mengesankan dari “pembangunan dunia” dalam beberapa tahun terakhir, melampaui pesaing seperti Valerian, Cloud Atlas, dan bahkan episode Star Wars baru-baru ini (James Berardinelli, ReelViews)
  • Ini semacam omong kosong digital yang tidak diedit, yang membuat mata Anda berkaca-kaca (Britt Hayes, Crooked Marquee)
  • Sebuah film yang tahu cara memperbaiki mesinnya tetapi tidak memiliki gas yang cukup untuk memenuhi potensi waralaba (Matthew Pejkovic, Matt’s Movie Reviews)

About Redaksi

Check Also

Dark Phoenix (2019) – Setiap Pahlawan Memiliki Sisi Gelap

Tahun 1975, Jean kecil dan keluarganya berada dalam sebuah mobil. Jean yang berumur 8 tahun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *