Breaking News

Mirage (2018) – Televisi Penyintas Waktu

Mirage (2018) merupakan film berbahasa Spanyol tentang perjalanan waktu yang membingungkan. Film ini berjudul asli Durante la tormenta yang disutradarai oleh Oriol Paulo. Film ini berkisah tentang perjalanan waktu yang membuat tokoh utama dalam film ini menjadi bingung. Perjalanan waktu tersebut terjadi ketika badai besar datang dan televisi kuno menjadi alat penyintas waktu.

Review film Mirage (2018) - Durante la tormenta
Mirage (2018) berjudul asli Durante la tormenta. Sumber: IMDB

Kredit Film

Sutradara: Oriol Paulo
Penulis: Oriol Paulo dan Lara Sendim
Genre: Drama, romance, thriller
Durasi: 129 menit
Studio: Netflix
Rating: IMDB: 7.6

Pemain:

Nama Peran
Adriana Ugarte Vera Roy
Chino Darin Inspektur Leyra
Javier Gutierrez Angel Prieto
Alvaro Morte David Ortiz
Nora Navas Clara Medina
Miquel Fernandez Aitor Medina
Clara Segura Hilda Weiss
Aina Clotet Ursula
Albert Perez Roman
Julio Bohigas-Couto Nico Lasarte (12 tahun)
Francesc Orella Dokter Fell
Ana Wagener Inspektur Dimas

Jalan Cerita

Film dimulai sekitar tahun 1989 di mana terjadi badai dahsyat. Televisi memberitakan beberapa peristiwa seperti cuaca ekstrim dan robohnya tembok Berlin di Jerman. Seorang anak usia 12 tahun, Nico Lasarte membuat rekaman ketika dia bernyanyi dan bermain gitar. Dia mengambil video rekaman dan menghubungkannya dengan televisi. Sementara di luar, badai terus terjadi. Ibu Nico, Ursula berangkat kerja karena dia mendapatkan giliran malam. Setelah berpamitan dengan Nico, Ursula berangkat kerja.

Nico mendengar teriakan di rumah tetangganya. Dia mengintip dan melihat sekelebat bayangan di jendela rumah Angel Prieto. Dia penasaran dan menyusup ke rumah Prieto. Alangkah terkejutnya Nico melihat Nyonya Prieto tergeletak di lantai rumah. Dia melihat Prieto sambil memegang sebilah pisau. Nico ketakutan dan berlari keluar rumah tanpa menghiraukan apa pun. Sebuah mobil melintas kencang dan menabrak Nico hingga dia tewas. Kejadian itu sangat menggemparkan para tetangga.

Dua puluh tahun kemudian, sebuah keluarga kecil pindah ke rumah yang pernah ditempati oleh keluarga Nico. Mereka adalah David Ortiz, Vera Roy, dan seorang gadis kecil, Gloria. Vera Roy tampak senang di rumah barunya karena lingkungannya sangat adem dan sejuk.

Ketika Vera sibuk membenahi rumahnya, di luar badai mulai datang. Siaran televisi menginformasikan tentang badai tersebut. Diungkapkan bahwa badai serupa pernah terjadi sekitar dua puluh tahun yang lalu. Badai itu membuat Gloria ketakutan dan meminta Vera untuk menemaninya tidur. Vera Roy menceritakan sebuah kisah pengantar tidur kepada anaknya. Badai dan petir saling bersahutan. Gloria tampak tenang ketika berada bersama Vera.

Setelah Gloria tidur, Vera menuju ke ruang tengah di mana terdapat sebuah televisi kuno (yang mereka temukan sebelumnya bersama David). Dia menghidupkan televisi itu dan melihat seorang anak kecil yang kemudian dia tahu namanya Nico Lasartte. Dia mendengar tentang Nico dari tetangganya, Aitor. Dia menyadari bahwa Nico bisa melihatnya dengan jelas. Mereka berkomunikasi sejenak. Nico mendengar sesuatu di rumah tetangganya, tapi Vera mencegahnya untuk ke sana. Nico kebingungan tapi dia mengikuti saran Vera. Tiba-tiba sebuah petir menggelegar keras yang menyebabkan film beralih ke plot lain.

Vera terjaga dari sadarnya dan berada di sebuah rumah sakit. Orang-orang yang dikenal Vera ternyata tidak seperti dugaannya. Vera tiba-tiba menjadi dokter saraf padahal di kehidupan sebelumnya dia hanyalah seorang perawat. Suaminya, David juga menjadi orang lain, begitu juga Aitor yang tidak mengenalnya. Dan yang paling Vera cemaskan adalah anaknya yang hilang begitu saja. Mengingat situasi bertambah kacau, Inspektur Leyra menginterogasi Vera.

Kisah Vera sulit dipercaya oleh siapa pun di kehidupan sana. Satu-satunya yang dapat menjawab pertanyaannya adalah dia harus menemukan Nico Lasarte. Pencarian Nico Lasarte didukung oleh Leyra yang perlahan-lahan semakin menguak misteri keberadaan Vera di dunia “yang lain”. Vera mulai menyadari bahwa dia terjebak dalam perjalanan waktu.

Pencarian Nico juga membawa Vera mengungkap kematian Hilda, isteri Angel Prieto. Selama ini, anggapan bahwa Hilda melarikan diri ke Jerman tidaklah benar. Angel Prieto telah tega membunuh istrinya itu demi bisa berselingkuh dengan Clara. Berkat Vera, tengkorak Hilda ditemukan di rumah jagal milik Prieto. Persekongkolan Prieto dan Clara tidak bisa dihindarkan. Mereka ditangkap dan diinterogasi.

Vera terus melacak keberadaan Nico hingga akhirnya dia bertemu Ursula tua, ibu Nico. Dia terkejut melihat foto-foto kedekatannya dengan Leyra. Ternyata, Leyra adalah Nico, Nico adalah Leyra. Pencariannya terhenti di sini. Vera merasa marah kepada Leyra yang ternyata sejak dari dulu dia mengenal Vera. Leyra sangat mencintai Vera. Tapi Vera hanya ingin menemukan dunianya kembali dan ingin bersama dengan Gloria.

Agar Vera bisa kembali ke dunianya, Vera harus membunuh dirinya sendiri dengan terjun dari lantai tiga rumah Leyra. Jika Leyra benar-benar mencintainya, maka Leyra akan membantu dirinya kembali ke dunianya lagi.

Leyra melakukannya. Dia menghidupkan televisi kuno dan bertemu dengan Nico kecil di sana. Badai halilintar menghujam bumi. Dan gelap seketika.

Vera Roy tersadar dari bangunnya. Seakan ia merasakan sebuah mimpi yang sangat nyata. Dia kembali bersama keluarganya, David dan Gloria. Untuk membuktikan bahwa mimpinya sangat nyata, dia pergi ke rumah jagal Prieto. Di sana dia menemukan sebuah tengkorak yang diyakini sebagai tengorak Hilda. Vera memanggil polisi.

Di akhir film, inspektur Leyra juga tiba di sana. Vera tersenyum bahagia yang membuat Leyra keheranan. Vera tersenyum karena Leyra, di dunia sana benar-benar mencintainya. []

About Redaksi

Check Also

Aladdin (2019) – Sihir Datang untuk Kehidupan

Aladdin adalah seorang preman jalanan atau pencuri jalanan di Kota Agrabah. Dia mencuri perhiasan orang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *