Breaking News

Kesari (2019) – Pertempuran Paling Berani yang Pernah Dilakukan

Review Kesari (2019)
Havildar Ishar Singh adalah seorang prajurit Sikh yang mulanya bertugas di benteng Gulistan. Pasukan Sikh tergabung dalam pasukan Kerajaan Inggris untuk menjaga perbatasan dari gangguan pasukan Afghanistan. Saat itu telah terjadi ketegangan antara Afghanistan dan Inggris. 
Ishar Singh merupakan tipikal prajurit yang keras dan tegas. Dia tidak bisa melihat perbuatan-perbuatan keji di depan matanya. Termasuk saat-saat berbahaya di mana Ishar Singh berupaya menyelamatkan seorang gadis Afghanistan yang hendak dihukum pancung oleh beberapa pasukan garis keras Afghanistan di bawah pimpinan Saidullah. Upaya penyelamatan Ishar Singh cukup berbahaya karena dia harus masuk ke wilayah musuh. Dengan heroiknya dia berhasil menyelamatkan gadis malang itu dari hukuman mati. Namun, perbuatannya itu sangat riskan dan berbahaya, sehingga Letnan Lawrence merekomendasikan kepada atasannya untuk memindahkan Ishar Singh dari Gulistan. Alasannya sudah jelas, dia telah mengangkangi perintah dari atasannya. 
Surat pindah tugasnya segera ditandatangani oleh pejabat Inggris yang berwenang. Havildar Ishar Singh ditugaskan untuk memimpin pasukan di Benteng Saragarhi. Benteng itu hanya berisikan 20 pasukan Sikh dan semacam kantor pos. Tentu saja Ishar Singh terkejut karena merasa kewibawaannya sebagai seorang prajurit telah dilecehkan. Bisa dikatakan bahwa Ishar Singh telah dikucilkan. 
Havildar Ishar Singh segera menuju ke tempat tugas barunya setelah berpamitan dengan kawan-kawannya. Selama dalam perjalanan, Ishar Singh mengingat istrinya yang akan selalu menunggu kepulangannya. Setelah tiba di sana, Ishar Singh kaget karena banyak prajurit di Benteng Saragarhi dalam keadaan tidak siap. Mereka pun lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengadu ayam. Ishar Singh berang melihat kejadian itu dan menghukum semua prajurit yang lalsi terhadap tugasnya. Kemudian dia memberikan sambutan pertamanya sebagai pemimpin pasukan Sikh di Saragarhi. Dia memantik semangat bawahannya terhadap pentingnya kesiagaan diri meskipun mereka berjumla sedikit dan mereka juga menyadari bahwa tugas mereka hanyalah menyampaikan surat dan informasi.
Pada awal-awal kepemimpinan Havidar Ishar Singh, banyak prajurit yang tidak menyenanginya. Segala kebiasaan mereka yang santai saat itu juga berubah menjadi kebiasaan prajurit disiplin. Mereka harus siap menghadapi ancaman bahaya dari pasukan Afghanistan di perbatasan itu, walaupun mereka hanya dianggap sebagai prajurit tukang. Total seluruh prajurit Sikh di sana berjumlah 21 orang dan mereka ini adalah generasi ke-36 Pasukan Sikh. 
Kepemimpinan Havildar Ishar Singh patut dijadikan contoh. Dia sangat ringan tangan dan siap membantu bagi siapa saja yang membutuhkan pertolongan. Saat dia berjalan di Pathan, sebuah daerah terluar Afghanistan, dia hanya mendapat anak-anak, perempuan, dan orang laki-laki tua. Tidak ada pemuda laki-laki di sana karena mereka harus berperang melawan Inggris. Ishar Singh melihat perempuan-perempuan yang bahu-membahu membangun mesjid. Tergerak hatinya, Ishar Singh memerintahkan pasukannya untuk membantu penyelesaian pembangunan mesjid. Namun, mereka menolak ajakan Ishar Singh.
Bukan Ishar Singh jika tidak keras kepala. Seorang diri dia pergi ke Pathan dan membantu masyarakat Pathan untuk membangun mesjid. Tiba-tiba pasukannya telah bergabung bersamanya. Dia tidak tahu kenapa pasukannya berubah pikiran. 
Sementara itu, pasukan Afghanistan mengatur strategi untuk merebut wilayah perbatasan. Mereka berencana untuk melumpuhkan Benteng Saragarhi karena mereka tahu benteng ini tidak memiliki pasukan yang cukup. 
Pada saat yang telah mereka atur, pasukan Afghanistan yang berjumlah sekitar 10.000 prajurit bersiap untuk menyerang Saragarhi. Ishar Singh dan pasukannya agak terkejut awalnya, namun mereka tidak akan mundur dari sana. Pasukan Sikh siap menjaga benteng itu sampai darah terakhir mereka. Bantuan yang diharapkan dari Gulistan tidak mungkin terlaksana karena pasukan Afghanistan telah mengepung jalur lalu-lintas.
Jadi, mau tidak mau mereka harus melawan 10.000 pasukan Afghanistan. Ke-21 prajurit Sikh berusaha menghambat laju pasukan Afghanistan. Sebagaimana pesan yang mereka terima, bala bantuan akan datang di malam hari. Pasukan Sikh membuat musuhnya kewalahan. Jumlah yang banyak ternyata tidak mampu mengalahkan jumlah sedikit dalam waktu singkat. Beberapa jam kemudian, satu per satu prajurit Sikh tewas. Pasukan Afghanistan perlahan-lahan mulai merangkak maju. Situasi sulit ini justru semakin membakar semangat pasukan Sikh. Hingga darah terakhir mereka terus berjuang.
Sebagaimana yang diprediksikan, pasukan Sikh kalah jumlah dengan pasukan Afghanistan. Seluruh prajurit secara terhormat termasukan Havildar Ishar Singh. Namun ke-21 prajurit tersebut bangga karena menghambat laju pasukan Afghanistan selama beberapa jam.

Pemain

Nama Peran
Akshay Kumar Havildar Ishar Singh
Parineeti Chopra Jiwani
Suvinder Vicky Naik Lal Singh
Vansh Bhardwaj Lance Naik Chanda Singh
Sumeet Basran Gurmukh Singh
Ajit Singh Nand Singh
Sandeep Nahar Buta Singh
Harwinder Singh Aujla Dava Singh
Rakesh Sharma Bhola Singh
Adhrit Sharma Uttam Singh
Harbhagwan Singh Bhagwan Singh
Rajdeep Singh Dhaliwal Ram Singh
Gurpreet Toti
Harry Brar Sundar Singh
Pali Sandhu Naravan Singh
Vikram Chouhan Hira Singh
Harman Jhandi Bhagwan Singh
Pritbal Pali Gurvukh Singh
Rimple Dhindsa Sepoy Ram Singh
Gagneet Singh Makhan Jiwan Singh
Harmanpreet Singh Jiwan Jalandhari
Brahma Mishra Daao
Vikram Kochhar Gilab Singh
Edward Sonnenblick Letnan Lawrence
R. Bhakti Klein Mayor Des Voeux
Mark Bennington John Haughton
Toranj Kayvon Gulwarien
Rakesh Chaturvedi Om Saidullah
Mir Sarwar Khan Masud
Ashwath Bhatt Gul Badshah Khan
Druv Nagarkar Anak laki-laki Pathan
Priyanka Rajpal Perempuan Burqa
Yashir Bashir Pemilik Warung Teh
Bashir Lone Pemilik Toko
Carl A. Harte Letnan Munn
Asha Joshi Perempuan Tua Pathan
Simarjeet Singh Thind Operator Lampu Lockhardt
Ravindar Singh Powar Attar Singh
Surinder huge Pathan
Bhawani Muzamil Sniper
Madhusagar Ibu Ishar
Hari Om Tribal Chief
Kulbeer Badarson Ibu Jiwani
Mahinder Pal Singh Ayah Jiwani
Mushtaq Kak Amir

Detil Film
Sutradara Anurag Singh
Penulis Girish Kohli, Anurag Singh
Genre Action, Drama, History, War
Durasi 150 menit
Rilis 21 Maret 2019
Negara India
Bahasa Hindi
Studio Zee Studios
Rating IMDB 7.8

Catatan: Cover film diambil dari situs IMDB

About Redaksi

Check Also

Dark Phoenix (2019) – Setiap Pahlawan Memiliki Sisi Gelap

Tahun 1975, Jean kecil dan keluarganya berada dalam sebuah mobil. Jean yang berumur 8 tahun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *