Breaking News

Hamid (2018) – Pernahkah Anda Berbicara dengan Tuhan?

Sinopsis film Hamid (2018)

Hamid adalah seorang anak Kashmir berusia delapan tahun yang menjadi tokoh utama dalam film ini. Kashmir berada di ambang huru-hara dan terlibat pertikaian serius dengan India. Pasukan India dikirim ke sana karena India mengklaim bahwa Kashmir adalah bagian dari negaranya. Sedangkan orang-orang Kashmir terus mengadakan perlawanan secara gerilya. Ayah Hamid, Rehmat Ali adalah seorang pembuat perahu. Setiap hari dia pergi ke bengkelnya untuk membuat perahu-perahu. Dia harus melewati pemeriksaan ketat dari pasukan India saat melewati pos penjagaan. Suatu malam, Rehmat Ali tidak pernah kembali lagi ke rumahnya.
Ibu Hamid, Ishrat Ali tidak pernah lelah untuk mencari keberadaan suaminya itu. Dia meyakini bahwa Rehmat masih hidup dan berada di suatu tempat. Setiap minggu dia membawa laporan berita kehilangan suaminya ke kantor polisi. Keyakinannya adalah sebuah harapan sebagai pelepas rindu kepada sang suami. 
Namun bagi Hamid, ayahnya sedang bertemu dengan Allah di suatu tempat. Ibu dan pamannya berkali-kali menegaskan hal itu kepadanya. Hingga suatu hari, Hamid melihat sebuah poster dengan kalimat-kalimat yang menggugahnya. Di situ terdapat nomor telepon berangka 786 yang dianggapnya sebagai nomor Allah. Dia pun terobsesi dengan angka-angka itu. 
Obsesinya menjadi kenyataan tatkala dia meminta perlengkapan ayahnya kepada ibunya. Dia berdalih ingin bekerja di bengkel untuk membuat perahu. Dalam peralatan kerja ayahnya dia menemukan beberapa benda, seperti handphone usang tapi masih berfungsi, buku tulis berisi puisi dan gambar perahu, dan beberapa alat pertukangan. Hamid mengambil handphone ayahnya dan membawa ke sebuah kedai untuk mengetahui apakah handphone itu masih berfungsi atau tidak. Handphone ternyata masih berfungsi dan Hamid membutuhkan setidaknya 10 rupee agar handphone terisi dengan pulsa.
Hamid hanya memiliki 1 rupee. Permintaan uang kepada ibunya ditolak. Beruntung ada seorang pengemis di depan mesjid yang bersedia memberinya uang sebanyak 9 rupee. Tanpa menunggu lama, Hamid menuju ke kedai untuk mengisi pulsa. Dia pergi ke suatu tempat yang tenang. Lalu dia memakai peci dan menekan angka 786 di handphone milik ayahnya. Tapi tidak ada sesuatu apa pun yang terdengar di handphone itu. Dia kecewa dan pulang ke rumah.
Keesokan harinya saat dia pergi ke sekolah, Hamid menemukan sebuah poster. Dalam poster itu tertera sebuah nomor handphone dengan angka pengulangan yang sama. Setelah pulang sekolah, Hamid pergi ke sebuah bukit. Dia menuliskan angka 786 786 786 di poster itu. Hamid menghubungi nomor yang ditulisnya tadi. Ketika nomor yang dihubungi berbicara, Hamid sangat senang karena bisa menghubungi Tuhan dan berbicara langsung dengan Tuhan. Padahal nomor yang dihubungi Hamid adalah nomor Abhay, seorang tentara India yang bertugas di pos penjagaan.
Hamid kerap menghubungi Abhay. Dia memanggil Abhay dengan Tuhan. Abhay pernah menyanggah Hamid, tapi akhirnya dia membiarkan Hamid untuk menghubunginya selalu. Hamid menghubungi Tuhan hanya ingin menyampaikan satu permintaan, yaitu dia ingin ayahnya kembali bersama mereka. Ke mana pun Hamid pergi, dia selalu membawa foto ayahnya. Curahan hati Hamid menggugah perasaan Abhay. Dia mencari tahu keberadaan Rehmat Ali, namun gagal menggali informasi akurat tentang keberadaan Rehmat. Abhay telah berjanji kepada Hamid untuk menemukan Rehmat.
Hubungan Hamid dan Abhay semakin hangat. Abhay senang dengan kejujuran Hamid yang mengingatkan dirinya kepada keluarga di kampung halaman. Hari demi hari berlalu. Hamid tampak rajin datang ke bengkel untuk meneruskan pekerjaan ayahnya. Dia berharap sekali ayahnya dapat melihat hasil karyanya. 
Situasi di Kashmir kadang-kadang sangat mengerikan. Para pejuang menembak para tentara India, para demonstran selalu meminta kebebasan, para keluarga yang anggota keluarganya menghilang terus melakukan aksi bungkam. Mereka semua berharap anggota keluarga dapat kembali bersama mereka, termasuk Ishrat. 
Kita kembali ke Abhay. Dia gagal membantu Hamid sehingga dia menceritakan semua kebenaran kepada Hamid. Bisa dibayangkan bagaimana sedihnya hati Hamid mendengar langsung dari orang yang selama ini dianggapnya sebagai Tuhan. Kenyataannya Hamid selama ini berhubungan dengan musuh. Hamid juga tampak geram karena Abhay memberi harapan palsu kepadanya. Kata-kata Abhay yang menganggap bahwa Rehmat Ali kemungkinan sudah mati.
Hamid dan ibunya kini sudah pasrah dan telah berhenti berharap. Mereka telah mengikhlaskan kepergian Rehmat Ali. 
Pemain
Nama Peran
Talha Arshad Reshi Hamid
Vikas Kumar Abhay
Rasika Dugal Ishrat
Sumit Kaul Rehmat
Bashir Lone Rasool Chacha
Gurveer Singh Rajinder
Ashraf Nagoo Basheer
Mir Sarwar Abbas
Qazi Faiz Pengemis
Umar Adil Petugas Polisi
Gunjan Sinha Jagdeesh

Detil Film
Sutradara Aijaz Khan
Penulis Ravinder Randhawa, Sumit Saxena
Genre Drama
Durasi 108 menit
Rilis 14 Desember 2018
Negara India
Bahasa Hindi, Urdu
Rating IMDB 7.6

Catatan: cover film diambil dari situs IMDB.

About Redaksi

Check Also

Lying and Stealing (2019) – Setiap Orang Menginginkan Potongannya

Ivan dan Elyse bertemu dalam sebuah acara pesta puisi yang digelar oleh seorang yang sangat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *