Breaking News

A Fortunate Man (2018) – Ambisi Seorang Anak Muda yang Keras Kepala

A Fortunate Man (2018) adalah film Denmark bergenre drama dengan durasi yang lumayan panjang. Film yang disutradari oleh Bille August didasarkan pada novel Henrik Pontopiddan berjudul Lucky Per yang diterbitkan antara tahun 1889 dan 1904. Film ini berkisah tentang ambisi seorang anak muda miskin yang berasal dari desa untuk membangun proyek pembangkit listrik tenaga air. Anak muda yang keras kepala itu berusaha untuk mendapatkan izin proyek tersebut dan berusaha menggalang dana. Namun, karena sikapnya yang tegas dan kurang disenangi oleh orang-orang, apakah dia berhasil mewujudkan impiannya di masa kecil itu?

Review film A Fortunate Man (2018)
Cover film A Fortunate Man (2018). Foto IMDB.

Detil Film

Judul Asli: Lykke-Per
Sutradara: Bille August
Penulis: Anders Frithiof August, Bille August, dan Henrik Pontopiddan (penulis novel)
Genre: Drama
Durasi: 162 menit
Negara: Denmark
Bahasa: Denmark dan Jerman
Rilis: 30 Agustus 2018
Studio: Netflix
Rating IMDB: 7.4

Pemain

Nama
Peran
Esben Smed
Peter Sidenius / Lykke-Per
Katrine Greis-Rosenthal
Jakobe Solomon
Benjamin Kitter
Ivan Solomon
Julie Christiansen
Nanny Solomon
Tommy Kenter
Philip Solomon
Tammi Ost
Lea Solomon
Rasmus Bjerg
Eybert
Ole Lemmeke
Delft
Sara Viktoria Bjerregaard Christensen
Inger
Sophie-Marie Jeppesen
Lisbeth
Claus Flygare
Priest
Mei Oulund
Fru Blomberg
Elsebeth Steentoft
Fru Sidenius
Anders Hove
Pastor Sidenius

Jalan Cerita

Di sebuah pedesaan Denmark, seorang anak muda bernama Peter Sidenius tampak bahagia. Dia menerima sepucuk surat dari Fakultas Teknik di Kopenhagen bahwa dia diterima sebagai mahasiswa teknik. Hatinya sangat girang karena keinginannya terwujud. Namun, ayahnya tidak merestui keinginan tersebut. Peter dan ayahnya memang tidak akur. Dia merasa ayahnya telah mengekang dirinya dengan kesalehan Kristen. Ya, ayah Peter adalah seorang Pastor konservatif dan taat. Jika Peter pergi ke kota, dia khawatir iblis jahat akan merusak kehidupan Peter.

Peter Sidenius memang keras kepala. Dia menantang ayahnya dengan sikap angkuh dan tinggi hati, seolah-olah dia telah mencapai kesuksesan. Peter pergi tanpa restu orangtuanya. Bahkan Peter menolak pemberian arloji ayahnya. Arloji itu memiliki kenangan bagi ayahnya dan dia ingin Peter membawa serta arloji itu. Tapi dasar Peter keras kepala dan sombong. Dia tidak ingin menerima pemberian apa pun dari ayahnya.

Di Kopenhagen, Peter tinggal di sebuah kamar sewaan yang tampak kumuh. Dia telah mulai belajar di Fakultas Teknik. Peter tidak pernah serius mendengar bimbingan dosennya, dia hanya tampak sibuk dengan menggambar sebuah desai proyek. Kehidupan Peter sungguh memprihatinkan. Dia makan sisa-sisa makanan sebuah restoran. Di sana dia mengenal seorang gadis yang baik hati di mana gadis itu rela menyerahkan tubuhnya kepada Peter. Mereka hidup dan tidur bersama. Gadis itu sangat menyukai Peter, namun Peter tidak menganggap serius hubungan itu. Dia hanya punya satu ambisi, membangun proyek energi dengan pembangkit tenaga air.

Di sebuah bar, dia bertemu dengan Ivan Solomon. Ketika Peter mengetahui bahwa Ivan berasal dari keluarga kaya, dia menyampaikan rencana proyeknya. Ivan tampak biasa saja mendengar penjelasan itu dan berjanji akan kembali lagi di sini. Agaknya Ivan terburu-buru karena ada rapat yang harus dihadirinya.

Beberapa hari kemudian, Ivan bertemu lagi dengan Peter. Kali ini, Ivan sangat antusias mendengar penjelasan Peter. Dia akan mengundang Peter ke rumahnya untuk memperkenalkan Peter kepada anggota keluarganya yang kaya. Peter pun bertemu langsung dengan ayah Ivan yang memang tertarik dengan ambisi Peter. Tapi, Peter harus mendapat persetujuan dari insinyur senior pemerintahan. Sejak bertemu dengan keluarga Solomon, Peter kemudian kerap dipanggil Lykke Per yang berarti pria beruntung.

Per kemudian bertemu dengan insinyur senior pemerintahan. Dua kali pertemuan mereka tidak menemukan titik temu. Insinyur senior itu akan mengabulkan proyek Per apabila dia dilibatkan secara langsung. Tapi Per yang keras kepala tidak mau sehingga berujung kepada penolakan proyek tersebut. Per kecewa dan marah. Dia berjanji tidak akan bertemu lagi dengan insinyur senior itu.

Kegagalan itu diketahui oleh keluarga Solomon. Mereka juga tidak bisa membantu, namun Per semakin dekat dengan keluarga Solomon. Bahkan Nanny Solomon sudah menyukai Per sejak pandangan pertama. Namun Per tidak menyukai Nanny. Dia lebih cenderung menyukai kakak Nanny, yaitu Jakobe Solomon yang saat itu telah bertunangan dengan seorang duda, Eybert.

Nanny mengetahui bahwa Per menyukai Jakobe. Awalnya Jakobe selalu menolak Per, tapi suatu hari Per berhasil memikatnya. Hati Jakobe luluh dan mulai mencintai Per. Sedangkan pertunangannya dengan Eybert telah dibatalkan.

Kecerdasan Per sangat luar biasa. Ayah Jakobe mengirim Per ke Austria untuk membantu seorang profesor teknik di sana. Per ke Austria dan bekerja di sana. Jakobe Solomon yang merasa kesepian mengunjungi Per. Mereka bercinta. Dan beberapa bulan kemudian, Jakobe Solomon hamil. Tapi tak seorang pun mengetahui kehamilannya. Ketika Per kembali ke Kopenhagen, berita-berita kematian ayah dan ibunya sangat mengganggu dirinya. Ketika ayahnya meninggal saat Per di Austria, Per tidak mengikuti proses pemakamannya. Tapi ketika ibunya meninggal, Per merasa bersalah dan dia pulang ke kampung untuk mengantar jenazah ibunya dari Kopenhagen.

Setelah pemakaman ibunya, Per terguncang. Dia merasa bersalah. Dia mengadu curahan hatinya kepada seorang pendeta. Saat Per bertamu ke rumah pendeta, anak gadis pendeta muncul. Per merasakan suatu getaran aneh. Dia jatuh cinta kepada anak pendeta itu meskipun telah bertunangan dengan Jakobe Solomon.

Saat itu, Per merasakan dirinya sedang hancur. Proyek listrik tenaga airnya pun beberapa kali mengalami kegagalan, meskipun ada donatur swasta yang hendak membiayai proyeknya, tapi karena Per harus meminta maaf karena tindakan terdahulunya kepada insinyur senior pemerintahan, Per harus mengubur kembali ambisinya. Dia gagal mendapatkan dana untuk proyeknya. Sikap keras kepala telah membuatnya jatuh.

Per kembali ke Kopenhagen dengan suasana hati yang kacau. Jakobe Solomon malah sangat girang bertemu kembali dengan Per setelah pemakaman ibunya. Hati Per galau dan dia ingin mengakhiri pertunangannya dengan Jakobe Solomon. Hancur Jakobe Solomon mendengarnya. Tapi apa boleh buat. Per memang keras kepala dan sulit diatur. Pembatalan pertunangan itu malah membuat kehidupan Per semakin hancur berantakan. Dia harus berutang untuk mewujudkan proyeknya, namun gagal mendapatkan kredit dari bank.

Beberapa tahun kemudian, kehidupan telah berubah. Per menikahi anak pendeta dan telah memiliki dua orang anak. Jakobe Solomon memilih untuk membuat yayasan anak-anak terlantar. Dia telah menolak beberapa lamaran. Per tinggal di kampung halamannya. Dia hidup sederhana dan selalu merasakan kemurungan. Per mengirim surat kepada Jakobe Solomon. Mereka bertemu kembali, tapi dengan suasana hati yang berbeda. Per ingin menyumbang uang kepada yayasan Jakobe Solomon karena waktunya tidak lama lagi. Dia menderita penyakit mematikan. Jakobe Solomon sedih dan menerima wasiat itu. []

About Redaksi

Check Also

Lying and Stealing (2019) – Setiap Orang Menginginkan Potongannya

Ivan dan Elyse bertemu dalam sebuah acara pesta puisi yang digelar oleh seorang yang sangat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *